Coba hidup kita mengawali dari Masa Yunani, karena referensi yang ada seolah berawal dari masa ini, maka kita akan ketemukan bahwa pada waktu itu, semua ilmu dipelajari oleh masing-masing orang.
Sulit kita berkata, sebenarnya apakah Socrates itu seorang yang ahli filsafat?, ataukah seorang yang ahli ilmu komunikasi? ataukah ahli matematik?.
Aristoteles, Plato, apakah ia seorang ahli filsafat?, ataukah ahli komunikasi?ataukah ahli politik? ataukah ahli kenegaraan?ataukah ahli matematik?
Archimedes, apakah ia seorang ahli fisika? ataukah ahli matematik? ataukah ahli kima? ataukah ahli filsafat juga?
dan kalau kemudian kita melompat ke masa kejayaan umat Islam di Baghdad, atau pun di Andalusia, maka sulitlah kita berkata, apakah seperti Ibnu sina itu ahli filsafat ?, ataukah ahli ilmu agama?ataukah ahli ilmu kedokteran?ataukah ahli psikologi?
Ibnu Rusyd, demikian juga dengan Imam Ghozali, apakah beliau ahli filsafat? ataukah ahli ilmu agama? ataukah ahli ilmu ekonomi? ataukah ahli ilmu pendidikan? ataukah ahli ilmu kedokteran?
Mengingat bahwa di masing-masing bidang itu oleh mereka semua dipelajari, diperdalam, dan menjadikan mereka menguasai dibidang-bidang ke ilmuan itu.
Ke universal an ilmu dan pembelajaran terhadap orang-orang dulu, terombak dengan cepat, terbongkar dan tergantikan seperti akar yang dicerabut dari dalam tanah, ketika masa-masa industri mulai bergerak.
Adam Smith "Bapak Ekonomi" yang memulainya.
di awali dari sebuah pabrik yang memproduksi sesuatu, maka ketika produktivitasnya sangat terbatas, dilakukanlah ide dari spesialisasi, kekhususan pekerjaan, pembagian tugas, pemilahan bidang yang dilakukan, dan kemudian terbukti produktivitas meningkat sampai 400%...
Inilah titik dimulainya spesialisasi dan dilanjutkan dengan pendidikan spesialisasi yang sampai sekarang ini hampir seluruhnya, hampir diseluruh dunia semuanya melakukan dan mempraktekkan spesialisasi ini.
Ada yang khusus mendalami ilmu teknik kimia...teknik fisika..teknik informatika..fisika murni..matematika..dll,dll,dll
Dan akal pikir memberikan alasan yang masuk akan.
Yakni untuk supaya kita lebih ahli dibidang kita masing-masing.
Tetapi, apakah kehidupan hanya membutuhkan satu bidang spesial ilmu itu?
Berangkat dari kebutuhan pabrik untuk meningkatkan produksi inilah kemudian dilakukan spesialisasi dibidang masing-masing.
Ironis sekali ketika seorang mahasiswa yang bergelut dengan teknik mesin selama hampir 6 tahun, kemudian tidak mendapatkan pekerjaan sesuai bidang yang sudah ditekuninya akhirnya berjualan es di pinggir jalan.
Ironis sekali ketika seorang sarjana mendalami bidang matematika, dan mendapatkan cumlaude tetapi beberapa waktu kemudian dia bercerai dari isterinya...
Untuk apakah sebenarnya pendidikan itu?
adakah ia hanya sebatas yang sekarang ini dilakukan yakni link & match saja?
antara demand dari perusahaan, fabrikan yang membutuhkan dengan supply dari institusi akademik yang ada ?
Sesempit itukah yang dituju sebenarnya dalam pendidikan?
Adakah terpikir pada diri kita, bahwa pemilik pabrik itu kadang cuman lulusan SD? sementara mereka yang lulus sarjana dan kadang bergelar magister menjadi karyawan di perusahaannya?
Adakah terpikir pada diri kita bahwa selama ini kita sekolah sedang dipersiapkan menjadi mesin produksi yang disusun secara mekanistis untuk memenuhi kebutuhan peningkatan produksi?
Dana ketika sekolah sudah selesai dilakukan dengan biaya yang tinggi, hanya satu bidang ilmu saja yang engkau dapatkan? yang itupun tidak menjamin kamu untuk bisa bekerja?
Di salah satu perguruan tinggi negri terbaik di negara ini satu waktu saya berkumpul dengan 20 an mahasiswa, dan kemudian mereka saya tanya,"apa yang kamu cita-citakan setelah lulus?"
"Oh..saya pengen kerja di perusahaan ini cak...
"Oh saya pengen kerja dipabrik ini cak..
"Oh saya pengen kerja di perusahaan itu cak..
dan begitulah..paradigma yang sudah berurat akar tertanam menjadi pondasi yang kuat dalam diri mereka yang bersekolah umumnya, bahwa mereka memang dipersiapkan menjadi salah satu dari mesin produksi...
entah istilahnya bagian produksi sendiri, entah istilahnya marketing, entah istilahnya manager, entah istilahnya direktur, tetapi semuanya ada didalam paradigma besar untuk peningkatan produktivitas sebuah perusahaan.
Sementara kita semua menunggu datangnya kematian...
Seberapa banyakpun harta yang kita kumpulkan..
yang kita pergunakan hidup hanyalah beberapa piring makanan dan minuman saja...
serta pakaian secukupnya dengan ada tempat untuk berteduh seadanya..
dan..
kemudian semua akan ditinggalkan...
tanpa ada yang bisa dibawa sebagai bekal..
dalam perjalanan setelah kematian...yang abadi
Mau dibawa kemana pendidikan ini?
salam renungan, kamis
Mustafiq,S.Pd
Rabu, 01 Februari 2012
TUHAN SEKOLAH
Saya mencoba memahami...
mengapakah sampai terjadi..
siswa bunuh diri..
siswa marah bakar sekolah
siswa stress pingsan tak sadar diri
siswa brutal melampiaskan hasrat diri..
tidak salah kalau Neil Postman mengatakan,
sekarang kita punya Tuhan banyak..
Tuhan konsumerisme, Tuhan tayangan TV,
Tuhan pekerjaan, Tuhan Uang, Tuhan Jabatan,dan masih banyak Tuhan-Tuhan yang lain..
Dan ini yang ditakutkan oleh Nabi Ibrahim...
yang beliau mohon diselamatkan Allah dari BERHALA-BERHALA...
Engkau mungkin menolak dengan tegas jika apa yang kutulis diatas dikatakan Tuhan...
Meski kenyataan yang engkau lakukan,
bagaimana engkau bersikap terhadap mereka,
bagaimana engkau memperlakukan mereka,
dan bagaimana mereka mengisi seluruh relung hatimu,
bagaimana mereka memenuhi ruang kosong dalam hatimu
telah meng iyakan bahwa mereka adalah Tuhanmu...
Dan ketika sekolah menjadi fokus..
seolah tak ada lain yang bagus..
seolah ditangan sekolahlah hidup kita akan menjadi lurus
dan dengan sekolah kita akan menjalankan hidup ini dengan mulus...
Saat itulah sekolah menjadi segala-galanya bagimu..
menjadi panduan hidupmu..
menjadi acuan keberhasilan dirimu..
menjadi gantungan kesuksesan masa depanmu..
seolah-olah hanya sekolahlah hidup itu.
Hidup adalah Sekolah dan Sekolah itulah Hidup..
Lalu bukankah saat itu Tuhanmu sudah beralih menjadi Tuhan Sekolah ?!
Tidakkah kamu menghitung, berapa banyak orang yang sukses tanpa melalui sekolah ?
dan ..Tidakkah kamu menghitung, berapa banyak pengangguran setelah sekolah?
Nilai bagus, menjadi Tuhan tersendiri...
Anak cabang Tuhan Sekolah..
maka apapun akan ditempuh untuk mendapatkan nilai yang bagus..
Kalau perlu menyewa Joki..
Kalau perlu membayar pada Guru..
Kalau perlu memberikan semua apa yang ada...
segalanya...segalanya demi nilai yang bagus..
Sayang..nilai bagus bukan jaminan sorga..
he..he..
Kalau alumninya berhasil "jadi orang" alias jadi pekerja, maka sekolah akan mengatakan..lihatlah !! itulah lulusan kami...
Tapi mengapa sekolah tidak berkata begitu jika banyak yang menganggur..!! ada yang jadi penjahat dan masuk di penjara ! ada yang korupsi ! ada yang membunuh ! ??
Kalau sekolah berani mengatakan bahwa seseorang yang berhasil itu adalah karena lulusannya dan karena sekolah ditempat dia, mengapa sekolah tidak berani mengatakan bahwa orang-orang yang korupsi..yang bertindak kriminal dan jahat..pembunuh, pencuri yang dulu pernah sekolah di tempatnya itu juga hasil dari didikan dia ??!!!
Adolf kecil adalah seorang pendiam..agak goblok dikelas..tapi ketika dunia diguncangkan dengan kiprahnya, siapakah yang berani mengklaim bahwa apa yang dilakukan Adolf Hitler itu hasil sekolah?
Thomas Alfa Edison, kurang pinter juga di kelas..dan agak cacat, lalu apakah kegigihan dan keuletannya sampai membawa manfaat buat orang banyak dengan Lampu listrik itu adalah hasil sekolah??
Einsten, penjaga kantor pos -katanya..tidak pernah menjalani belajar fisika yang mendalam..
Lalu apakah hasil sekolah yang menjadikan dia menemukan relativitasnya?
Isaac Newton ketika melihat apel jatuh dan kemudian menemukan hukum2 fisika..apakah hasil sekolah yang membuat dia berpikir seperti itu?
Kalau iya, mengapakah yang lainnya tidak berpikir seperti itu?
Soekarno itu lulusan sekolah arsitek dan bukan lulusan sekolah negarawan apalagi lulusan sekolah orator...
dan Ibu Kartini tidak pernah mengenyam sekolah feminisme..
Ironis !
Di satu sisi semua akan menerima jika dikatakan sekolah bermanfaat buat siswanya..
Dan mungkin tidak akan ada yang mau menerima jika dikatakan sekolah itu tidak bermanfaat bagi muridnya..
Tapi paling tidak sekolah bukanlah segala-galanya..
dan ia bukanlah Tuhan yang menguasai kehidupan kita..
ia bukanlah Tuhan yang layak untuk dimasukkan ke dalam hati..menguasai hati dan menjadikan hidup berakhir ketika gagal di sekolah..
Sebuah renungan jumat..
Sudahkah kita melakukan pendidikan ?
ataukah hanya sebuah pembodohan dalam bentuk lain?
Cita-cita bangsa Indonesia...Pembukaan UUD 45,
"...mencerdaskan bangsa.."
Sudahkah ?
salam renungan
mustafiq,S.Pd
mengapakah sampai terjadi..
siswa bunuh diri..
siswa marah bakar sekolah
siswa stress pingsan tak sadar diri
siswa brutal melampiaskan hasrat diri..
tidak salah kalau Neil Postman mengatakan,
sekarang kita punya Tuhan banyak..
Tuhan konsumerisme, Tuhan tayangan TV,
Tuhan pekerjaan, Tuhan Uang, Tuhan Jabatan,dan masih banyak Tuhan-Tuhan yang lain..
Dan ini yang ditakutkan oleh Nabi Ibrahim...
yang beliau mohon diselamatkan Allah dari BERHALA-BERHALA...
Engkau mungkin menolak dengan tegas jika apa yang kutulis diatas dikatakan Tuhan...
Meski kenyataan yang engkau lakukan,
bagaimana engkau bersikap terhadap mereka,
bagaimana engkau memperlakukan mereka,
dan bagaimana mereka mengisi seluruh relung hatimu,
bagaimana mereka memenuhi ruang kosong dalam hatimu
telah meng iyakan bahwa mereka adalah Tuhanmu...
Dan ketika sekolah menjadi fokus..
seolah tak ada lain yang bagus..
seolah ditangan sekolahlah hidup kita akan menjadi lurus
dan dengan sekolah kita akan menjalankan hidup ini dengan mulus...
Saat itulah sekolah menjadi segala-galanya bagimu..
menjadi panduan hidupmu..
menjadi acuan keberhasilan dirimu..
menjadi gantungan kesuksesan masa depanmu..
seolah-olah hanya sekolahlah hidup itu.
Hidup adalah Sekolah dan Sekolah itulah Hidup..
Lalu bukankah saat itu Tuhanmu sudah beralih menjadi Tuhan Sekolah ?!
Tidakkah kamu menghitung, berapa banyak orang yang sukses tanpa melalui sekolah ?
dan ..Tidakkah kamu menghitung, berapa banyak pengangguran setelah sekolah?
Nilai bagus, menjadi Tuhan tersendiri...
Anak cabang Tuhan Sekolah..
maka apapun akan ditempuh untuk mendapatkan nilai yang bagus..
Kalau perlu menyewa Joki..
Kalau perlu membayar pada Guru..
Kalau perlu memberikan semua apa yang ada...
segalanya...segalanya demi nilai yang bagus..
Sayang..nilai bagus bukan jaminan sorga..
he..he..
Kalau alumninya berhasil "jadi orang" alias jadi pekerja, maka sekolah akan mengatakan..lihatlah !! itulah lulusan kami...
Tapi mengapa sekolah tidak berkata begitu jika banyak yang menganggur..!! ada yang jadi penjahat dan masuk di penjara ! ada yang korupsi ! ada yang membunuh ! ??
Kalau sekolah berani mengatakan bahwa seseorang yang berhasil itu adalah karena lulusannya dan karena sekolah ditempat dia, mengapa sekolah tidak berani mengatakan bahwa orang-orang yang korupsi..yang bertindak kriminal dan jahat..pembunuh, pencuri yang dulu pernah sekolah di tempatnya itu juga hasil dari didikan dia ??!!!
Adolf kecil adalah seorang pendiam..agak goblok dikelas..tapi ketika dunia diguncangkan dengan kiprahnya, siapakah yang berani mengklaim bahwa apa yang dilakukan Adolf Hitler itu hasil sekolah?
Thomas Alfa Edison, kurang pinter juga di kelas..dan agak cacat, lalu apakah kegigihan dan keuletannya sampai membawa manfaat buat orang banyak dengan Lampu listrik itu adalah hasil sekolah??
Einsten, penjaga kantor pos -katanya..tidak pernah menjalani belajar fisika yang mendalam..
Lalu apakah hasil sekolah yang menjadikan dia menemukan relativitasnya?
Isaac Newton ketika melihat apel jatuh dan kemudian menemukan hukum2 fisika..apakah hasil sekolah yang membuat dia berpikir seperti itu?
Kalau iya, mengapakah yang lainnya tidak berpikir seperti itu?
Soekarno itu lulusan sekolah arsitek dan bukan lulusan sekolah negarawan apalagi lulusan sekolah orator...
dan Ibu Kartini tidak pernah mengenyam sekolah feminisme..
Ironis !
Di satu sisi semua akan menerima jika dikatakan sekolah bermanfaat buat siswanya..
Dan mungkin tidak akan ada yang mau menerima jika dikatakan sekolah itu tidak bermanfaat bagi muridnya..
Tapi paling tidak sekolah bukanlah segala-galanya..
dan ia bukanlah Tuhan yang menguasai kehidupan kita..
ia bukanlah Tuhan yang layak untuk dimasukkan ke dalam hati..menguasai hati dan menjadikan hidup berakhir ketika gagal di sekolah..
Sebuah renungan jumat..
Sudahkah kita melakukan pendidikan ?
ataukah hanya sebuah pembodohan dalam bentuk lain?
Cita-cita bangsa Indonesia...Pembukaan UUD 45,
"...mencerdaskan bangsa.."
Sudahkah ?
salam renungan
Senin, 30 Januari 2012
WAJIB HUKUMNYA MEMBELA NKRI
MAKLUMAT
MURSYID THORIQOH SHIDDIQIYYAH SYEIKH MUKHTARULLOH AL MUJTABA , TENTANG
PEMBELAAN TERHADAP NKRI
BISMILLAAHIR
ROCHMAANIR ROCHIIM
1. Sejak
zaman Rosululloh SAW sampai sekarang tidak ada negara Islam. Pada zaman
Rosululloh yang ada negara madinah, bukan negara Islam. Didalam Al
Qur-an sendiri tidak ada yang menerangkan tentang negara islam, yang
ada negara Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur (QS. Saba' : 15)
2. Didunia ini tidak ada negara yang disandarkan
kepada Tauhid, kecuali negara kesatuan republik Indonesia (NKRI)
1. Batang tubuh UUD 1945 bab 11 judul agama, pasal 29 ayat 1 : "Negara berdasar ketuhanan yang maha esa".
2. Dalam pancasila sila pertama: "Ketuhanan yang maha esa".
Dan hanya NKRI-lah satu satunya negara didunia yang sudah sesuai dengan Al Qur-an.
1. Batang tubuh UUD 1945 bab 11 judul agama, pasal 29 ayat 1 : "Negara berdasar ketuhanan yang maha esa".
2. Dalam pancasila sila pertama: "Ketuhanan yang maha esa".
Dan hanya NKRI-lah satu satunya negara didunia yang sudah sesuai dengan Al Qur-an.
3. Sumpah jabatan mulai dari atas sampai bawah
juga disandarkan kepada Alloh : "Demi Alloh" (UUD 1945 bab 3 judul
kekuasaan pemerintahan negara, pasal 9 ayat 1)
4. Kemerdekaan bangsa
indonesia juga disandarkan kepada "Atas berkat Rohmat Alloh yang maha
kuasa".(pembukaan UUD 1945 alinea 3)
Maha kuasa itu sifatnya dinamis, maha esa itu sifatnya statis.
Atas berkat Rohmat Alloh yang maha kuasa inilah mahkotanya bangsa indonesia, dan berkat Rohmat itu asalnya dari kalimat Bismillaahirrochmaanirrochiim.
Maha kuasa itu sifatnya dinamis, maha esa itu sifatnya statis.
Atas berkat Rohmat Alloh yang maha kuasa inilah mahkotanya bangsa indonesia, dan berkat Rohmat itu asalnya dari kalimat Bismillaahirrochmaanirrochiim.
5. Dalam lambang burung garuda, sila pertama dalam
pancasila "Ketuhanan yang maha esa" dilambangkan bintang, warnanya
kuning keemasan yang kilau kemilau, ini mengandung makna Nur Cahyo atau
istilah Al Qur-an "Nuurun 'ala nuurin", dan bintangnya itu sudutnya ada
lima, maksudnya untuk menerangi :
1. Dasar negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 4)
2. Sifat negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 2)
3. Tujuan negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 4).
1. Dasar negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 4)
2. Sifat negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 2)
3. Tujuan negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 4).
Terhadap kelompok kelompok yang mengancam pancasila
dan ketuhan NKRI, termasuk NII (negara islam indonesia), OPSHID
(organisasi pemuda shiddiqiyyah) dan seluruh warga thoriqoh shiddiqiyyah
harus menonjolkan pembelaan terhadap pancasila dan NKRI.
Sebab bagi Shiddiqiyyah, membela tanah air itu hukumnya wajib 'ain.
Sebab bagi Shiddiqiyyah, membela tanah air itu hukumnya wajib 'ain.
AL HAMDULILLAAHI ROBBIL 'ALAMIIN
Maklumat ini disampaikan mursyid thoriqoh
shiddiqiyyah secara langsung kepada DPP OPSHID di pusat : Losari Ploso
Jombang, pada hari sabtu pon tanggal 26 Jumadil awal 1432 H. /30 April
2011 M. Disalin dan disebarluaskan kepada warga Shiddiqiyyah oleh DPP
OPSID.
Apa saja yang Allah anugrahkan kepada manusia berupa rahmat maka tidak ada seorangpun yang dapat menahanya dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat melepaskanya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS AL FAATHIIR 35.2
POLITIK BERKEDOK AGAMA
Qomaruddin khan, seorang guru besar
sejarah Islam universitas karachi, memberi analisis menarik bahwa tujuan
Al Qur-an bukanlah menciptakan sebuah negara, melainkan sebuah
masyarakat. Artinya agama tidak membela sistim pemerintahan atau bentuk
negara seperti apapun ketika hukum bisa mengantarkan pada keadilan,
perekonomian membawa pemerataan kesejahteraan, pendidikan bisa
mencerdaskan kehidupan, dan lain sebagainya. Tiada penjelasan rinci
mengenai bentuk negara memungkinkan Islam untuk mengikuti kemajuan zaman
kondisi dan lingkungan baru.
Nabi
Tidak Mendakwahkan Khilafah
Bahwa realitas perjuangan Nabi Muhammad dalam
menyampaikan risalah kenabian bukanlah untuk tujuan politik kekuasaan,
melainkan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh sebagaimana misi
kenabian adalah untuk menyehatkan moralitas masyarakat melaului
pendekatan keteladanan sehingga kumpulan individu individu yang bermoral
baik dapat mengejawantahkan struktur kehidupan bermasyarakat yang
memberi kebaikan bagi seluruh alam
Kemunculan Rosululloh sebagai pemimpin tunggal
masyarakat di jazirah arab pada waktu itu adalah bukan karena urusan
politik pemerintahan apalagi kekuasaan melainkan karena kenabian dan
kerosulan beliau. Tiga puluh enam kali peperangan dan tiga puluh delapan
penyerbuan masa dakwah beliau adalah karena terjadinya penindasan dan
pelanggaran terhadap kaum muslimin dalam beribadah, bukan untuk
mewujudkan sistim pemerintahan apalagi khilafah.
Gagasan Khilafah: sebuah politik
berkedok agama
Awalnya istilah
khilafah mengacu pada Al Qur-an surat Al Baqoroh ayat 30 tentang
penciptaan manusia yang disebut kholifah, wakil tuhan di bumi. Dalam
hubungan dengan ayat ayat lain, para ulama menafsirkan, tugas kholifah
ialah memakmurkan kehidupan dimuka bumi, bukan menegakkan khilafah.
Dari sini tampak bahwa secara sistematis golongan
pro khilafah memperjuangkan gagasan khilafah dengan mengeksploitasi teks
teks Al Qur-an dan As Sunnah untuk mendukung gagasannya sembari
mengkampanyekan bahwa sistem sistem yang ada pada saat ini adalah
penyebab kedzoliman, kebrobrokan, dan ketidakbermoralan masyarakat.
Semua keburukan selalu dinisbatkan kepada sistem sistem lain, sedangkan
segala kebaikan selalu dinisbatkan pada gagasan khilafah.
Konsep Khilafah justru akan memecah
belah umat Islam
Dari sudut
pandang yang lain dalam realitas keanekaragaman pemahaman umat Islam
terhadap apa dan bagaiamana syariah, gagasan khilafah juga dapat
diidentifikasi sebagai alat politik untuk memperuncing perselisihan
antar umat. Secara normatif gagasan khilafah memang dieksplorasi sebagai
wahana penyatuan umat Islam yang saat ini. Ketika gagasan khilafah
sudah didukung secara penuh oleh umat Islam, maka akan sampailah pada
fase perpecahan dalam penentuan khilafah sebagaimana sudah mulai terjadi
sejak Rosululloh wafat. Persoalan penting pertama yang mengemuka
setelah wafatnya Rosululloh adalah mencari pengganti kepemimpinan
beliau. Persoalan ini menciptakan perpecahan abadi di kalangan
masyarakat muslim.
Khilafah tidak
menjamin pengayoman di segenap wilayahnya
Golongan pro khilafah indonesia menguraikan secara
ringkas tentang apa itu khilafah, untuk apa, bagaimana
memperjuangkannya. Mereka menyeru umat Islam untuk bergabung bersama
golongannya dalam perjuangan penegakkan kembali khilafah.
Dalam manifesto pro khilafah sangat jelas
dinyatakan jika saat ini ada satu atau lebih mengeri Islam yang menjelma
menjadi sebuah daulah khilafah, yang didalamnya diterapkan sistem
Islam, niscaya negara tersebut akan menjadi titik awal bagi proses
reunifikasi atau penyatuan seluruh dunia islam menuju terwujudnya sebuah
negara yang paling kuat didunia.
Namun sebenarnya itu omong kosong belaka, karena
bukti sejarah mengatakan bahwa daulah khilafah itu tidak secara
menyeluruh memberikan pengayoman kepada segenap wilayah seperti yang
diagung agungkan olehnya.
Menolak sistim Thohut tapi justru
menggunakannya
Fenomena
masyarakat muslim indonesia menyimpan fakta yang sangat menarik. Semakin
islamnya masyarakat ternyata tidak berhubungan lurus dengan kemenangan
islam sebagai gerakan politik. Dengan realitas seperti itu tampaknya
sulit bagi partai islam untuk mendapatkan popular support.
Maka untuk mendongkrak popularitas dan
dukungannya, pro khilafah juga sering melakukan manipulasi data dan
informasi untuk memobilisir dukungan publik terhadap pro khilafah dengan
gagasan khilafahnya.
Data dan
informasi yang menyimpulkan hasil sebaliknya justru didefinisikan
sebagai meningkatnya dukungan publik muslim terhadap khilafah. Mereka
tidak mau mengikuti sistem thoghut padahal dalam masalah ini mereka
justru mempraktekkan sistem yang mereka anggap sebagai thoghut.
PEMBELAJARAN SENI UKIR SMPN 3 WELAHAN
BENTUK PECAHAN MOTIF UKIR TRADISIONAL JAWA
- PECAHAN GARIS, yaitu suatu pahatan yang berbentuk garis pada ukiran daun, bentuk dan alurnya mengikuti kemana arah ukiran daun tersebut menjalar.
- PECAHAN CAWEN, yaitu bentuk pahatan yang menyobek tepi batas ukiran daun.
1. UKIRAN MOTIF JEPARA
MOTIF JEPARA
CIRI-CIRI UMUM DAN KHUSUS:
Bentuk –bentuk
ukiran daun pada motif ini berbentuk segitiga dan miring. Pada setiap
ujung daun biasanya terdapat bakal bunga ataupun buah dengan bentuk
melingkar. Bentuk lingkaran ini tidak hanya tunggal, tetapi bentuknya
lebih dari satu atau bertingakat. Lingkaran pada pangkal lebih besar,
semakin ke ujung semakin mengecil. Ada
juga bakal bunga atau buah berbentuk lingkaran besar yang dikelilingi
beberapa lingkaran kecil.
BENTUK MOTIF :
1. DAUN POKOK.
Daun
pokok motif ini mempunyai corak tersendiri, yaitu merelung-relung dan
melingkar. Pada penghabisan relung tersebut terdapat daun yang
menggerombol.
Bentuk ukiran daun pokok merelung-relung ini bila
diiris berpenampang prisma segitiga.
2. BUNGA DAN BUAH.
Bunga
dan buah pada motif Jepara ini berbentuk cembung (bulatan) seperti buah
anggur atau buah wuni yang disusun berderet atau bergerombol. Bunga ini
sering terdapat pada sudut pertemuan relung daun pokok atau terdapat
pada ujung relung yang dikelilingi daun-daunnya,sedangkan bunganya
mengikuti bentuk daunnya.
3. PECAHAN.
Pada
pecahan ukiran daun motif ini terdapat 3 pecahan garis yang mengikuti
arah bentuk daun, sehingga tampak seperti sinar.
4. TRUBUSAN.
Trubusan pada motifjepara ada 2. a. Berupa Daun yang tumbuh disepanjang tangkai relung. b. Berupa buah susun yang terdapat di cabang tangkai relung.
Trubusan pada motifjepara ada 2. a. Berupa Daun yang tumbuh disepanjang tangkai relung. b. Berupa buah susun yang terdapat di cabang tangkai relung.
5. KETERANGAN: Ukiran
motif Jepara ini kebanyakan alas atau dasarnya dibuat tidak begitu
dalam,bahkan sering dibuat dengan dasar (tembus), ukiran ini sering
disebut ukiran krawangan atau ukiran dasar tembus. Ukiran motif Jepara
ini sering dipakai untuk menghias barang-barang kerajinan.
Secara
garis besar Motif Madura ini mempunyai bentuk ukiran daun yang
melengkung, merelung dan terdapat ukel pada tiap ujung daunnya. Pecahan
Cawen terdapat pada setiap bentuk daun, bukan pada salah satu daun (daun
pokok) tetapi terdapat pada setiap bentuk daun yang ada terutama yang
seiring seirama, mengikuti alur ritme dari daun pokok pada motif Madura
ini. Pecahan Cawen pada daun pokok menyerupai gergaji, bentuknya
bergerigi seperti yang terdapat pada gergaji.
Benangan terdapat pada bentuk ukiran daun pokok. Bentuk benangan tersebut tergolong benangan timbul. Bentuknya menuju ke arah ikal pada ujung daun tersebut.
Pecahan yang khas pada motif ini adalah pecahan garis. Pecahan garis mempunyai bentuk yang menyerupai dengan motif Jepara.
Keterangan:
Motif Madura ini banyak terdapat pada perahu, alat-alat untuk karapan sapi, hiasan bangunan rumah dan sebagainya. Bentuk motif ukiran ini kebanyakan berlapis-lapis (bersusun) sangat bagus, karena ukirannya kelihatan saling terpisah antara bentuk yang satu dengan yang lainnya. Bentuk ukiran yang bersusun ini tampak lebih hidup dan kelihatan sekali keindahannya yang khas, yang agak berbeda dengan motif tradisional yang lain.
MOTIF MADURA
Benangan terdapat pada bentuk ukiran daun pokok. Bentuk benangan tersebut tergolong benangan timbul. Bentuknya menuju ke arah ikal pada ujung daun tersebut.
Pecahan yang khas pada motif ini adalah pecahan garis. Pecahan garis mempunyai bentuk yang menyerupai dengan motif Jepara.
Keterangan:
Motif Madura ini banyak terdapat pada perahu, alat-alat untuk karapan sapi, hiasan bangunan rumah dan sebagainya. Bentuk motif ukiran ini kebanyakan berlapis-lapis (bersusun) sangat bagus, karena ukirannya kelihatan saling terpisah antara bentuk yang satu dengan yang lainnya. Bentuk ukiran yang bersusun ini tampak lebih hidup dan kelihatan sekali keindahannya yang khas, yang agak berbeda dengan motif tradisional yang lain.
MOTIF SURAKARTA
Motif Surakarta ini mempunyai bentuk ukiran daun yang melengkung berirama seperti simbol yang terdapat pada masyarakatnya yaitu masyarakat yang ramah, bersahabat dan menghormati orang lain. Di samping itu, bentuk motif ini menggambarkan tipikal masyarakatnya terutama untuk wanita yaitu digambarkan dengan lengkungan yang lemah gemulai dengan dipenuhi kesantunan wataknya.
Bentuk ukiran daun motif Surakarta ini diambil dari relung daun pakis yang menjalar bebas berirama. Daun-daunnya berbentuk cembung dan cekung. Berarti dapat dimasukkan dalam kategori motif ukiran yang mempunyai bentuk stilasi daun campuran. Campuran maksudnya adalah stilasi daun yang ada di motif Surakarta merupakan hasil perpaduan antara bentuk cekung dan cembung. Corak motif Surakarta seolah-olah menggambarkan watak dan kepribadian sipenciptanya, di samping pengaruh yang ada di sekitarnya. Hal ini terlihat pada keindahan dan keharmonisan tata cara Surakarta yang terkenal halus dan lemah gemulai, sehingga ukiran daun pada motif ini pun kelihatan indah harmonis beserta simbol-simbol budaya yang menyertainya.
MOTIF YOGYAKARTA
Motif
Yogyakarta ini merupakan motif khas tradisional Jawa yang menggunakan
nama kerajaan yang berkembang di wilayah tersebut. Kerajaan
Ngayogyakarta yang masih tetap eksis sampai saat ini, walaupun sekarang
menjadi salah satu wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. Kerajaan
Yogyakarta ini merupakan kelanjutan dari kejayaan masa silam Kerajaan
Mataram Islam dengan hasil seni budayanya yang sangat maju, baik berupa
ukir, batik, keramik atau hasil budaya yang lain. Watak masyarakat Yogya
mewakili watak masyarakat Jawa pada umumnya yang mengutamakan nilai
moral yang tinggi berupa sopan santun, unggah ungguh dan budaya
toleransi antar sesama, gotong royong, saling menghormati sesama manusia
yang cukup kental dalam tata kehidupan kesehariannya.Motif Yogyakarta ini terkenal dengan nama ukiran perak Yogya. Bentuk motif ini mengambil contoh dari unsur daun pakis. Ukiran daun pokok berelung-relung, lemah gemulai dengan bentuk daun cembung dan cekung yang tumbuh pada relung tersebut. Pada akhir relung ini sering tumbuh bunga yang mekar dengan indahnya. Bunga yang mekar ini memberikan simbol seorang gadis muda yang sedang mekar-mekarnya dan melambangkan pula masa awal perkembangan menuju suatu kemajuan yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang haruslah punya cita-cita yang tinggi untuk meraih masa depan yang cerah.
MOTIF PEKALONGAN
Motif Pekalongan mempunyai bentuk ukiran daun campuran, yaitu pencampuran antara bentuk daun yang cembung dan bentuk yang cekung. Sebenarnya bentuk campuran dalam motif tradisional Jawa memang banyak ditemukan, baik dari motif Pekalongan maupun motif tradisional yang lainnya, memang beberapa ada yang konsekuen dengan kekhasan bentuknya sendiri.
Benangan
Benangan pada motif ini menyerupai benangan yang ada pada motif Pejajaran. Hanya pada beberapa bentuk kadang-kadang saja, benangan motif ini berbentuk daun.
Sunggar
Motif Pekalongan mempunyai Sunggar bersusun berbentuk cembung yang sama bentuknya dengan Angkup.
Pecahan
Pecahan garis terdapat pada daun pokok, sedangkan pecahan cawen terdapat pada daun yang cekung. Sehingga kelihatan sekali perbedaannya antara pecahan garis dengan pecahan cawen jika dilihat dari cekung cembungnya.
MOTIF CIREBON
MOTIF CIREBON
Bentuk ukiran daun motif Cirebon ini berbentuk
cembung dan cekung (campuran). Corak motif ukiran ini ada yang
berbentuk karang adapula yang berbentuk awan, menyerupai ukiran
Tiongkok. Ukiran corak ini kurang begitu dikenal, karena ukiran ini
kebanyakan hanya dipakai untuk hiasan bangunan rumah saja.Untuk
fungsi-fungsi yang lain memang jarang ditemukan, apalagi yang hanya
berfungsi sebagai hiasan semata, hampir sama sekali tidak dijumpai.
Kalaupun ditemukan hiasan di luar bangunan rumah, motif yang dijumpai
tersebut bukanlah murni motif Cirebon, tetapi motif pengembangan dari
motif Cirebon tersebut. Pencampuran yang semacam ini sudah tidak
tergolong ke dalam motif ukir tradisional Jawa, tetapi termasuk ke dalam
motif modern atau mungkin juga motif kontemporer.
BENTUK ANGKUP.
Motif Cirebon ini mempunyai angkup yang pada
bagian ujungnya melingkari ikal daun patran, yang tumbuh dimuka daun
pokok. Motif ini memang mempunyai bentuk angkup yang berbeda dengan
bentuk angkup pada motif-motif tradisional lainnya. Bentuk ini bisa juga
dikatakan sebagai bentuk kekhasan pada motif Cirebon ini.
BENTUK UKIRAN DAUN MOTIF SEMARANGAN
Jumat, 27 Januari 2012
SILSILAH SUNAN BONANG
Makam Sayyid Ibrahim Mahdum atau Sunan Bonang
berada di Tuban Jawa Timur Indonesia.
Sunan Bonang itu putranya Ali Rahmatullah atau Sunan Ampel.
Inilah silsilah Sunan Bonang :
Fatimah binti Rasulullah SAW
Sayyidina Husain
Zainal Abidin
Sayyid Muhammad al-Baqir
Sayyid Ja'far Shadiq
Ali al Uraidhi
Muhammad Naqib
Isa al Anshori
Ahmad al Muhajir
Alwi
Abdul Malik
Maulana Abdullah
Maulana Ahmad
Jamaluddin Husein
Ibrahim Asmoro
Ali Rahmatullah (Sunan Ampel)
Ibrahim Mahdum (Sunan Bonang)
Sunan Bonang itu putranya Ali Rahmatullah atau Sunan Ampel.
Inilah silsilah Sunan Bonang :
Fatimah binti Rasulullah SAW
Sayyidina Husain
Zainal Abidin
Sayyid Muhammad al-Baqir
Sayyid Ja'far Shadiq
Ali al Uraidhi
Muhammad Naqib
Isa al Anshori
Ahmad al Muhajir
Alwi
Abdul Malik
Maulana Abdullah
Maulana Ahmad
Jamaluddin Husein
Ibrahim Asmoro
Ali Rahmatullah (Sunan Ampel)
Ibrahim Mahdum (Sunan Bonang)
SILSILAH PANEMBAHAN SENOPATI
Danang Sutawijaya adalah
pendiri Kesultanan Mataram yang memerintah sebagai raja pertama pada
tahun 1587-1601, bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin
Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa. Panembahan Senopati bila dirunut
silsilahnya ke atas ternyata sampai kepada Nabi Muhammad SAW dan juga
masih ada hubungan darah dengan Sunan Gunung Jati (Maulana Syarif
Hidayatullah).Inilah silsilah Panembahan Senopati atau Danang Sutawijaya :
Nabi Muhammad SAW
Fathimah az Zahra + Sayyidina Ali bin Abi Thalib
Sayyid Husain
Sayyid Zaenal Abidin
Sayyid Muhammad al Baqir
Sayyid Jakfar Shodiq
Sayyid Qosim Kamil
Sayyid Idris An Naqib
Sayyid Ali Muhajir
Sayyid Ubaidillah
Sayyid Muhammad Alwi
Sayyid Ali Kholaqosan
Sayyid Muhammad Shohibul Mirbad
Sayyid Aminul Faqih
Sayyid Abdul Malik
Sayyid Abdullah Khon
Sayyid Ahmad Jalal Basyah
Sayyid Jamaludin Husain
Sayyid Ali Nuril Alam
Maulana Syarif Abdullah
Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)
Pangeran Pasirian (Pangeran Arifin)
Pangeran Swargo
Panembahan Senopati (Danang Sutawijaya)
Panembahan Senapati atau Danang Sutawijaya meninggal dunia pada tahun 1601 dan dimakamkan di Kotagede Yogyakarta.
Langganan:
Postingan (Atom)
