Rabu, 01 Februari 2012

NERAKA ADA JUGA DI DALAM SPESIFIKASI PENDIDIKAN

Coba hidup kita mengawali dari Masa Yunani, karena referensi yang ada seolah berawal dari masa ini, maka kita akan ketemukan bahwa pada waktu itu, semua ilmu dipelajari oleh masing-masing orang.

Sulit kita berkata, sebenarnya apakah Socrates itu seorang yang ahli filsafat?, ataukah seorang yang ahli ilmu komunikasi? ataukah ahli matematik?.
Aristoteles, Plato, apakah ia seorang ahli filsafat?, ataukah ahli komunikasi?ataukah ahli politik? ataukah ahli kenegaraan?ataukah ahli matematik?
Archimedes, apakah ia seorang ahli fisika? ataukah ahli matematik? ataukah ahli kima? ataukah ahli filsafat juga?

dan kalau kemudian kita melompat ke masa kejayaan umat Islam di Baghdad, atau pun di Andalusia, maka sulitlah kita berkata, apakah seperti Ibnu sina itu ahli filsafat ?, ataukah ahli ilmu agama?ataukah ahli ilmu kedokteran?ataukah ahli psikologi?
Ibnu Rusyd, demikian juga dengan Imam Ghozali, apakah beliau ahli filsafat? ataukah ahli ilmu agama? ataukah ahli ilmu ekonomi? ataukah ahli ilmu pendidikan? ataukah ahli ilmu kedokteran?

Mengingat bahwa di masing-masing bidang itu oleh mereka semua dipelajari, diperdalam, dan menjadikan mereka menguasai dibidang-bidang ke ilmuan itu.

Ke universal an ilmu dan pembelajaran terhadap orang-orang dulu, terombak dengan cepat, terbongkar dan tergantikan seperti akar yang dicerabut dari dalam tanah, ketika masa-masa industri mulai bergerak.

Adam Smith "Bapak Ekonomi" yang memulainya.
di awali dari sebuah pabrik yang memproduksi sesuatu, maka ketika produktivitasnya sangat terbatas, dilakukanlah ide dari spesialisasi, kekhususan pekerjaan, pembagian tugas, pemilahan bidang yang dilakukan, dan kemudian terbukti produktivitas meningkat sampai 400%...
Inilah titik dimulainya spesialisasi dan dilanjutkan dengan pendidikan spesialisasi yang sampai sekarang ini hampir seluruhnya, hampir diseluruh dunia semuanya melakukan dan mempraktekkan spesialisasi ini.

Ada yang khusus mendalami ilmu teknik kimia...teknik fisika..teknik informatika..fisika murni..matematika..dll,dll,dll
Dan akal pikir memberikan alasan yang masuk akan.
Yakni untuk supaya kita lebih ahli dibidang kita masing-masing.
Tetapi, apakah kehidupan hanya membutuhkan satu bidang spesial ilmu itu?

Berangkat dari kebutuhan pabrik untuk meningkatkan produksi inilah kemudian dilakukan spesialisasi dibidang masing-masing.

Ironis sekali ketika seorang mahasiswa yang bergelut dengan teknik mesin selama hampir 6 tahun, kemudian tidak mendapatkan pekerjaan sesuai bidang yang sudah ditekuninya akhirnya berjualan es di pinggir jalan.

Ironis sekali ketika seorang sarjana mendalami bidang matematika, dan mendapatkan cumlaude tetapi beberapa waktu kemudian dia bercerai dari isterinya...

Untuk apakah sebenarnya pendidikan itu?
adakah ia hanya sebatas yang sekarang ini dilakukan yakni link & match saja?
antara demand dari perusahaan, fabrikan yang membutuhkan dengan supply dari institusi akademik yang ada ?
Sesempit itukah yang dituju sebenarnya dalam pendidikan?

Adakah terpikir pada diri kita, bahwa pemilik pabrik itu kadang cuman lulusan SD? sementara mereka yang lulus sarjana dan kadang bergelar magister menjadi karyawan di perusahaannya?

Adakah terpikir pada diri kita bahwa selama ini kita sekolah sedang dipersiapkan menjadi mesin produksi yang disusun secara mekanistis untuk memenuhi kebutuhan peningkatan produksi?

Dana ketika sekolah sudah selesai dilakukan dengan biaya yang tinggi, hanya satu bidang ilmu saja yang engkau dapatkan? yang itupun tidak menjamin kamu untuk bisa bekerja?

Di salah satu perguruan tinggi negri terbaik di negara ini satu waktu saya berkumpul dengan 20 an mahasiswa, dan kemudian mereka saya tanya,"apa yang kamu cita-citakan setelah lulus?"
"Oh..saya pengen kerja di perusahaan ini cak...
"Oh saya pengen kerja dipabrik ini cak..
"Oh saya pengen kerja di perusahaan itu cak..

dan begitulah..paradigma yang sudah berurat akar tertanam menjadi pondasi yang kuat dalam diri mereka yang bersekolah umumnya, bahwa mereka memang dipersiapkan menjadi salah satu dari mesin produksi...

entah istilahnya bagian produksi sendiri, entah istilahnya marketing, entah istilahnya manager, entah istilahnya direktur, tetapi semuanya ada didalam paradigma besar untuk peningkatan produktivitas sebuah perusahaan.

Sementara kita semua menunggu datangnya kematian...
Seberapa banyakpun harta yang kita kumpulkan..
yang kita pergunakan hidup hanyalah beberapa piring makanan dan minuman saja...
serta pakaian secukupnya dengan ada tempat untuk berteduh seadanya..
dan..
kemudian semua akan ditinggalkan...
tanpa ada yang bisa dibawa sebagai bekal..
dalam perjalanan setelah kematian...yang abadi

Mau dibawa kemana pendidikan ini?
salam renungan, kamis

Mustafiq,S.Pd

TUHAN SEKOLAH

Saya mencoba memahami...
mengapakah sampai terjadi..
siswa bunuh diri..
siswa marah bakar sekolah
siswa stress pingsan tak sadar diri
siswa brutal melampiaskan hasrat diri..

tidak salah kalau Neil Postman mengatakan,
sekarang kita punya Tuhan banyak..
Tuhan konsumerisme, Tuhan tayangan TV,
Tuhan pekerjaan, Tuhan Uang, Tuhan Jabatan,dan masih banyak Tuhan-Tuhan yang lain..
Dan ini yang ditakutkan oleh Nabi Ibrahim...
yang beliau mohon diselamatkan Allah dari BERHALA-BERHALA...

Engkau mungkin menolak dengan tegas jika apa yang kutulis diatas dikatakan Tuhan...
Meski kenyataan yang engkau lakukan,
bagaimana engkau bersikap terhadap mereka,
bagaimana engkau memperlakukan mereka,
dan bagaimana mereka mengisi seluruh relung hatimu,
bagaimana mereka memenuhi ruang kosong dalam hatimu
telah meng iyakan bahwa mereka adalah Tuhanmu...

Dan ketika sekolah menjadi fokus..
seolah tak ada lain yang bagus..
seolah ditangan sekolahlah hidup kita akan menjadi lurus
dan dengan sekolah kita akan menjalankan hidup ini dengan mulus...
Saat itulah sekolah menjadi segala-galanya bagimu..
menjadi panduan hidupmu..
menjadi acuan keberhasilan dirimu..
menjadi gantungan kesuksesan masa depanmu..
seolah-olah hanya sekolahlah hidup itu.
Hidup adalah Sekolah dan Sekolah itulah Hidup..
Lalu bukankah saat itu Tuhanmu sudah beralih menjadi Tuhan Sekolah ?!

Tidakkah kamu menghitung, berapa banyak orang yang sukses tanpa melalui sekolah ?
dan ..Tidakkah kamu menghitung, berapa banyak pengangguran setelah sekolah?

Nilai bagus, menjadi Tuhan tersendiri...
Anak cabang Tuhan Sekolah..
maka apapun akan ditempuh untuk mendapatkan nilai yang bagus..
Kalau perlu menyewa Joki..
Kalau perlu membayar pada Guru..
Kalau perlu memberikan semua apa yang ada...
segalanya...segalanya demi nilai yang bagus..
Sayang..nilai bagus bukan jaminan sorga..
he..he..
Kalau alumninya berhasil "jadi orang" alias jadi pekerja, maka sekolah akan mengatakan..lihatlah !! itulah lulusan kami...

Tapi mengapa sekolah tidak berkata begitu jika banyak yang menganggur..!! ada yang jadi penjahat  dan masuk di penjara ! ada yang korupsi ! ada yang membunuh ! ??

Kalau sekolah berani mengatakan bahwa seseorang yang berhasil itu adalah karena lulusannya dan karena sekolah ditempat dia, mengapa sekolah tidak berani mengatakan bahwa orang-orang yang korupsi..yang bertindak kriminal dan jahat..pembunuh, pencuri yang dulu pernah sekolah di tempatnya itu juga hasil dari didikan dia ??!!!

Adolf kecil adalah seorang pendiam..agak goblok dikelas..tapi ketika dunia diguncangkan dengan kiprahnya, siapakah yang berani mengklaim bahwa apa yang dilakukan Adolf Hitler itu hasil sekolah?
 
Thomas Alfa Edison, kurang pinter juga di kelas..dan agak cacat, lalu apakah kegigihan dan keuletannya sampai membawa manfaat buat orang banyak dengan Lampu listrik itu adalah hasil sekolah??
 
Einsten, penjaga kantor pos -katanya..tidak pernah menjalani belajar fisika yang mendalam..
Lalu apakah hasil sekolah yang menjadikan dia menemukan relativitasnya?
 
Isaac Newton ketika melihat apel jatuh dan kemudian menemukan hukum2 fisika..apakah hasil sekolah yang membuat dia berpikir seperti itu?
Kalau iya, mengapakah yang lainnya tidak berpikir seperti itu?
 
Soekarno itu lulusan sekolah arsitek dan bukan lulusan sekolah negarawan apalagi lulusan sekolah orator...
dan Ibu Kartini tidak pernah mengenyam sekolah feminisme..
 
Ironis !
 
Di satu sisi semua akan menerima jika dikatakan sekolah bermanfaat buat siswanya..
Dan mungkin tidak akan  ada yang mau menerima jika dikatakan sekolah itu tidak bermanfaat bagi muridnya..

Tapi paling tidak sekolah bukanlah segala-galanya..
dan ia bukanlah Tuhan yang menguasai kehidupan kita..
ia bukanlah Tuhan yang layak untuk dimasukkan ke dalam hati..menguasai hati dan menjadikan hidup berakhir ketika gagal di sekolah..

Sebuah renungan jumat..
Sudahkah kita melakukan pendidikan ?
ataukah hanya sebuah pembodohan dalam bentuk lain?

Cita-cita bangsa Indonesia...Pembukaan UUD 45,
"...mencerdaskan bangsa.."

Sudahkah ?

salam renungan
mustafiq,S.Pd

Senin, 30 Januari 2012

WAJIB HUKUMNYA MEMBELA NKRI

MAKLUMAT MURSYID THORIQOH SHIDDIQIYYAH SYEIKH MUKHTARULLOH AL MUJTABA , TENTANG PEMBELAAN TERHADAP NKRI

BISMILLAAHIR ROCHMAANIR ROCHIIM

1. Sejak zaman Rosululloh SAW sampai sekarang tidak ada negara Islam. Pada zaman Rosululloh yang ada negara madinah, bukan negara Islam. Didalam Al Qur-an sendiri tidak ada yang menerangkan tentang negara islam, yang ada negara Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur (QS. Saba' : 15)
2. Didunia ini tidak ada negara yang disandarkan kepada Tauhid, kecuali negara kesatuan republik Indonesia (NKRI)
1. Batang tubuh UUD 1945 bab 11 judul agama, pasal 29 ayat 1 : "Negara berdasar ketuhanan yang maha esa".
2. Dalam pancasila sila pertama: "Ketuhanan yang maha esa".
Dan hanya NKRI-lah satu satunya negara didunia yang sudah sesuai dengan Al Qur-an.
3. Sumpah jabatan mulai dari atas sampai bawah juga disandarkan kepada Alloh : "Demi Alloh" (UUD 1945 bab 3 judul kekuasaan pemerintahan negara, pasal 9 ayat 1)
4. Kemerdekaan bangsa indonesia juga disandarkan kepada "Atas berkat Rohmat Alloh yang maha kuasa".(pembukaan UUD 1945 alinea 3)
Maha kuasa itu sifatnya dinamis, maha esa itu sifatnya statis.
Atas berkat Rohmat Alloh yang maha kuasa inilah mahkotanya bangsa indonesia, dan berkat Rohmat itu asalnya dari kalimat Bismillaahirrochmaanirrochiim.
5. Dalam lambang burung garuda, sila pertama dalam pancasila "Ketuhanan yang maha esa" dilambangkan bintang, warnanya kuning keemasan yang kilau kemilau, ini mengandung makna Nur Cahyo atau istilah Al Qur-an "Nuurun 'ala nuurin", dan bintangnya itu sudutnya ada lima, maksudnya untuk menerangi :
1. Dasar negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 4)
2. Sifat negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 2)
3. Tujuan negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 4).
Terhadap kelompok kelompok yang mengancam pancasila dan ketuhan NKRI, termasuk NII (negara islam indonesia), OPSHID (organisasi pemuda shiddiqiyyah) dan seluruh warga thoriqoh shiddiqiyyah harus menonjolkan pembelaan terhadap pancasila dan NKRI.
Sebab bagi Shiddiqiyyah, membela tanah air itu hukumnya wajib 'ain.

AL HAMDULILLAAHI ROBBIL 'ALAMIIN


Maklumat ini disampaikan mursyid thoriqoh shiddiqiyyah secara langsung kepada DPP OPSHID di pusat : Losari Ploso Jombang, pada hari sabtu pon tanggal 26 Jumadil awal 1432 H. /30 April 2011 M. Disalin dan disebarluaskan kepada warga Shiddiqiyyah oleh DPP OPSID.


Apa saja yang Allah anugrahkan kepada manusia berupa rahmat maka tidak ada seorangpun yang dapat menahanya dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat melepaskanya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS AL FAATHIIR 35.2

POLITIK BERKEDOK AGAMA

Qomaruddin khan, seorang guru besar sejarah Islam universitas karachi, memberi analisis menarik bahwa tujuan Al Qur-an bukanlah menciptakan sebuah negara, melainkan sebuah masyarakat. Artinya agama tidak membela sistim pemerintahan atau bentuk negara seperti apapun ketika hukum bisa mengantarkan pada keadilan, perekonomian membawa pemerataan kesejahteraan, pendidikan bisa mencerdaskan kehidupan, dan lain sebagainya. Tiada penjelasan rinci mengenai bentuk negara memungkinkan Islam untuk mengikuti kemajuan zaman kondisi dan lingkungan baru.
Nabi Tidak Mendakwahkan Khilafah
Bahwa realitas perjuangan Nabi Muhammad dalam menyampaikan risalah kenabian bukanlah untuk tujuan politik kekuasaan, melainkan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh sebagaimana misi kenabian adalah untuk menyehatkan moralitas masyarakat melaului pendekatan keteladanan sehingga kumpulan individu individu yang bermoral baik dapat mengejawantahkan struktur kehidupan bermasyarakat yang memberi kebaikan bagi seluruh alam
Kemunculan Rosululloh sebagai pemimpin tunggal masyarakat di jazirah arab pada waktu itu adalah bukan karena urusan politik pemerintahan apalagi kekuasaan melainkan karena kenabian dan kerosulan beliau. Tiga puluh enam kali peperangan dan tiga puluh delapan penyerbuan masa dakwah beliau adalah karena terjadinya penindasan dan pelanggaran terhadap kaum muslimin dalam beribadah, bukan untuk mewujudkan sistim pemerintahan apalagi khilafah.
Gagasan Khilafah: sebuah politik berkedok agama
Awalnya istilah khilafah mengacu pada Al Qur-an surat Al Baqoroh ayat 30 tentang penciptaan manusia yang disebut kholifah, wakil tuhan di bumi. Dalam hubungan dengan ayat ayat lain, para ulama menafsirkan, tugas kholifah ialah memakmurkan kehidupan dimuka bumi, bukan menegakkan khilafah.
Dari sini tampak bahwa secara sistematis golongan pro khilafah memperjuangkan gagasan khilafah dengan mengeksploitasi teks teks Al Qur-an dan As Sunnah untuk mendukung gagasannya sembari mengkampanyekan bahwa sistem sistem yang ada pada saat ini adalah penyebab kedzoliman, kebrobrokan, dan ketidakbermoralan masyarakat. Semua keburukan selalu dinisbatkan kepada sistem sistem lain, sedangkan segala kebaikan selalu dinisbatkan pada gagasan khilafah.
Konsep Khilafah justru akan memecah belah umat Islam
Dari sudut pandang yang lain dalam realitas keanekaragaman pemahaman umat Islam terhadap apa dan bagaiamana syariah, gagasan khilafah juga dapat diidentifikasi sebagai alat politik untuk memperuncing perselisihan antar umat. Secara normatif gagasan khilafah memang dieksplorasi sebagai wahana penyatuan umat Islam yang saat ini. Ketika gagasan khilafah sudah didukung secara penuh oleh umat Islam, maka akan sampailah pada fase perpecahan dalam penentuan khilafah sebagaimana sudah mulai terjadi sejak Rosululloh wafat. Persoalan penting pertama yang mengemuka setelah wafatnya Rosululloh adalah mencari pengganti kepemimpinan beliau. Persoalan ini menciptakan perpecahan abadi di kalangan masyarakat muslim.
Khilafah tidak menjamin pengayoman di segenap wilayahnya
Golongan pro khilafah indonesia menguraikan secara ringkas tentang apa itu khilafah, untuk apa, bagaimana memperjuangkannya. Mereka menyeru umat Islam untuk bergabung bersama golongannya dalam perjuangan penegakkan kembali khilafah.
Dalam manifesto pro khilafah sangat jelas dinyatakan jika saat ini ada satu atau lebih mengeri Islam yang menjelma menjadi sebuah daulah khilafah, yang didalamnya diterapkan sistem Islam, niscaya negara tersebut akan menjadi titik awal bagi proses reunifikasi atau penyatuan seluruh dunia islam menuju terwujudnya sebuah negara yang paling kuat didunia.
Namun sebenarnya itu omong kosong belaka, karena bukti sejarah mengatakan bahwa daulah khilafah itu tidak secara menyeluruh memberikan pengayoman kepada segenap wilayah seperti yang diagung agungkan olehnya.
Menolak sistim Thohut tapi justru menggunakannya
Fenomena masyarakat muslim indonesia menyimpan fakta yang sangat menarik. Semakin islamnya masyarakat ternyata tidak berhubungan lurus dengan kemenangan islam sebagai gerakan politik. Dengan realitas seperti itu tampaknya sulit bagi partai islam untuk mendapatkan popular support.
Maka untuk mendongkrak popularitas dan dukungannya, pro khilafah juga sering melakukan manipulasi data dan informasi untuk memobilisir dukungan publik terhadap pro khilafah dengan gagasan khilafahnya.
Data dan informasi yang menyimpulkan hasil sebaliknya justru didefinisikan sebagai meningkatnya dukungan publik muslim terhadap khilafah. Mereka tidak mau mengikuti sistem thoghut padahal dalam masalah ini mereka justru mempraktekkan sistem yang mereka anggap sebagai thoghut.

PEMBELAJARAN SENI UKIR SMPN 3 WELAHAN

BENTUK PECAHAN MOTIF UKIR TRADISIONAL JAWA

  Pecahan merupakan nama dan bentuk pada bagian motif ukiran, baik yang berupa suatu pahatan berbentuk garis maupun bentuk pahatan yang menyobek tepi pahatan batas ukiran. Pecahan memang mempunyai arti memecah antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya dalam satu bentuk objek ukiran. Pecahan dalam istilah ukiran tradisional Jawa dapat dibagi menjadi 2 macam. Pecahan tersebut adalah:
  • PECAHAN GARIS, yaitu suatu pahatan yang berbentuk garis pada ukiran daun, bentuk dan alurnya mengikuti kemana arah ukiran daun tersebut menjalar.
  • PECAHAN CAWEN, yaitu bentuk pahatan yang menyobek tepi batas ukiran daun.
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar di atas, yang masing-masing menunjukkan bentuk pecahan garis dan pecahan cawen.


1. UKIRAN MOTIF JEPARA



MOTIF JEPARA
CIRI-CIRI UMUM DAN KHUSUS:
Bentuk –bentuk ukiran daun pada motif ini berbentuk segitiga dan miring. Pada setiap ujung daun biasanya terdapat bakal bunga ataupun buah dengan bentuk melingkar. Bentuk lingkaran ini tidak hanya tunggal, tetapi bentuknya lebih dari satu atau bertingakat. Lingkaran pada pangkal lebih besar, semakin ke ujung semakin mengecil. Ada juga bakal bunga atau buah berbentuk lingkaran besar yang dikelilingi beberapa lingkaran kecil.
BENTUK MOTIF :
1. DAUN POKOK.
Daun pokok motif ini mempunyai corak tersendiri, yaitu merelung-relung dan melingkar. Pada penghabisan relung tersebut terdapat daun yang menggerombol.
Bentuk ukiran daun pokok merelung-relung ini bila diiris berpenampang prisma segitiga.
2. BUNGA DAN BUAH.
Bunga dan buah pada motif Jepara ini berbentuk cembung (bulatan) seperti buah anggur atau buah wuni yang disusun berderet atau bergerombol. Bunga ini sering terdapat pada sudut pertemuan relung daun pokok atau terdapat pada ujung relung yang dikelilingi daun-daunnya,sedangkan bunganya mengikuti bentuk daunnya.
3. PECAHAN.
Pada pecahan ukiran daun motif ini terdapat 3 pecahan garis yang mengikuti arah bentuk daun, sehingga tampak seperti sinar. 
4. TRUBUSAN. 
Trubusan pada motifjepara ada 2. a. Berupa Daun yang tumbuh disepanjang tangkai relung. b. Berupa buah susun yang terdapat di cabang tangkai relung.
5. KETERANGAN: Ukiran motif Jepara ini kebanyakan alas atau dasarnya dibuat tidak begitu dalam,bahkan sering dibuat dengan dasar (tembus), ukiran ini sering disebut ukiran krawangan atau ukiran dasar tembus. Ukiran motif Jepara ini sering dipakai untuk menghias barang-barang kerajinan.


MOTIF MADURA

  Secara garis besar Motif Madura ini mempunyai bentuk ukiran daun yang melengkung, merelung dan terdapat ukel pada tiap ujung daunnya. Pecahan Cawen terdapat pada setiap bentuk daun, bukan pada salah satu daun (daun pokok) tetapi terdapat pada setiap bentuk daun yang ada terutama yang seiring seirama, mengikuti alur ritme dari daun pokok pada motif Madura ini. Pecahan Cawen pada daun pokok menyerupai gergaji, bentuknya bergerigi seperti yang terdapat pada gergaji.
Benangan terdapat pada bentuk ukiran daun pokok. Bentuk benangan tersebut tergolong benangan timbul. Bentuknya menuju ke arah ikal pada ujung daun tersebut.
Pecahan yang khas pada motif ini adalah pecahan garis. Pecahan garis mempunyai bentuk yang menyerupai dengan motif Jepara.
Keterangan:
Motif Madura ini banyak terdapat pada perahu, alat-alat untuk karapan sapi, hiasan bangunan rumah dan sebagainya. Bentuk motif ukiran ini kebanyakan berlapis-lapis (bersusun) sangat bagus, karena ukirannya kelihatan saling terpisah antara bentuk yang satu dengan yang lainnya. Bentuk ukiran yang bersusun ini tampak lebih hidup dan kelihatan sekali keindahannya yang khas, yang agak berbeda dengan motif tradisional yang lain.

MOTIF SURAKARTA


Motif Surakarta ini mempunyai bentuk ukiran daun yang melengkung berirama seperti simbol yang terdapat pada masyarakatnya yaitu masyarakat yang ramah, bersahabat dan menghormati orang lain. Di samping itu, bentuk motif ini menggambarkan tipikal masyarakatnya terutama untuk wanita yaitu digambarkan dengan lengkungan yang lemah gemulai dengan dipenuhi kesantunan wataknya.
Bentuk ukiran daun motif Surakarta ini diambil dari relung daun pakis yang menjalar bebas berirama. Daun-daunnya berbentuk cembung dan cekung. Berarti dapat dimasukkan dalam kategori motif ukiran yang mempunyai bentuk stilasi daun campuran. Campuran maksudnya adalah stilasi daun yang ada di motif Surakarta merupakan hasil perpaduan antara bentuk cekung dan cembung. Corak motif Surakarta seolah-olah menggambarkan watak dan kepribadian sipenciptanya, di samping pengaruh yang ada di sekitarnya. Hal ini terlihat pada keindahan dan keharmonisan tata cara Surakarta yang terkenal halus dan lemah gemulai, sehingga ukiran daun pada motif ini pun kelihatan indah harmonis beserta simbol-simbol budaya yang menyertainya.



MOTIF YOGYAKARTA

Motif Yogyakarta ini merupakan motif khas tradisional Jawa yang menggunakan nama kerajaan yang berkembang di wilayah tersebut. Kerajaan Ngayogyakarta yang masih tetap eksis sampai saat ini, walaupun sekarang menjadi salah satu wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. Kerajaan Yogyakarta ini merupakan kelanjutan dari kejayaan masa silam Kerajaan Mataram Islam dengan hasil seni budayanya yang sangat maju, baik berupa ukir, batik, keramik atau hasil budaya yang lain. Watak masyarakat Yogya mewakili watak masyarakat Jawa pada umumnya yang mengutamakan nilai moral yang tinggi berupa sopan santun, unggah ungguh dan budaya toleransi antar sesama, gotong royong, saling menghormati sesama manusia yang cukup kental dalam tata kehidupan kesehariannya.
Motif Yogyakarta ini terkenal dengan nama ukiran perak Yogya. Bentuk motif ini mengambil contoh dari unsur daun pakis. Ukiran daun pokok berelung-relung, lemah gemulai dengan bentuk daun cembung dan cekung yang tumbuh pada relung tersebut. Pada akhir relung ini sering tumbuh bunga yang mekar dengan indahnya. Bunga yang mekar ini memberikan simbol seorang gadis muda yang sedang mekar-mekarnya dan melambangkan pula masa awal perkembangan menuju suatu kemajuan yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang haruslah punya cita-cita yang tinggi untuk meraih masa depan yang cerah.




MOTIF PEKALONGAN


Motif Pekalongan mempunyai bentuk ukiran daun campuran, yaitu pencampuran antara bentuk daun yang cembung dan bentuk yang cekung. Sebenarnya bentuk campuran dalam motif tradisional Jawa memang banyak ditemukan, baik dari motif Pekalongan maupun motif tradisional yang lainnya, memang beberapa ada yang konsekuen dengan kekhasan bentuknya sendiri.
Benangan
Benangan
pada motif ini menyerupai benangan yang ada pada motif Pejajaran. Hanya pada beberapa bentuk kadang-kadang saja, benangan motif ini berbentuk daun.
Sunggar
Motif Pekalongan
mempunyai Sunggar bersusun berbentuk cembung yang sama bentuknya dengan Angkup.
Pecahan
P
ecahan garis terdapat pada daun pokok, sedangkan pecahan cawen terdapat pada daun yang cekung. Sehingga kelihatan sekali perbedaannya antara pecahan garis dengan pecahan cawen jika dilihat dari cekung cembungnya.

MOTIF CIREBON

 

MOTIF CIREBON
Bentuk ukiran daun motif Cirebon ini berbentuk cembung dan cekung (campuran). Corak motif ukiran ini ada yang berbentuk karang adapula yang berbentuk awan, menyerupai ukiran Tiongkok. Ukiran corak ini kurang begitu dikenal, karena ukiran ini kebanyakan hanya dipakai untuk hiasan bangunan rumah saja.Untuk fungsi-fungsi yang lain memang jarang ditemukan, apalagi yang hanya berfungsi sebagai hiasan semata, hampir sama sekali tidak dijumpai. Kalaupun ditemukan hiasan di luar bangunan rumah, motif yang dijumpai tersebut bukanlah murni motif Cirebon, tetapi motif pengembangan dari motif Cirebon tersebut. Pencampuran yang semacam ini sudah tidak tergolong ke dalam motif ukir tradisional Jawa, tetapi termasuk ke dalam motif modern atau mungkin juga motif kontemporer.
BENTUK ANGKUP.
Motif Cirebon ini mempunyai angkup yang pada bagian ujungnya melingkari ikal daun patran, yang tumbuh dimuka daun pokok. Motif ini memang mempunyai bentuk angkup yang berbeda dengan bentuk angkup pada motif-motif tradisional lainnya. Bentuk ini bisa juga dikatakan sebagai bentuk kekhasan pada motif Cirebon ini.

BENTUK UKIRAN DAUN MOTIF SEMARANGAN

Bentuk ukiran daun motif Semarangan ini menunjukkan kekhasan ke-Jawa-annya. Kekhasannya itu terletak pada kelembutan dan kelenturan alur motifnya dengan irama goresan garis dari pangkal daun poko sampai dengan ujungnya yang berakhir pada bentuk ikal yang melengkung bagaikan bentuk spiral. Alur melengkung yang serba kelembutan ini sebagai simbol cermin kehidupan masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi etika kesopanan dalam berbagai segi kehidupan. Etika kesopanan masyarakat Jawa misalnya mengenai unggah ungguh yang berarti merupakan adab kesopanan dalam hubungannya dengan tatakrama terhadap orang tua, menghormati orang yang lebih tua, serta adanya toleransi dalam berbagai segi kehidupan. Cermin tersebut dapat divisualkan dalam bentuk karya seni ukir yang mengutamakan kelembutan bentuk karya. Masyarakat Jawa yang menghormati sesama maupun hubungan bangsa dan orang lain ini, secara alamiah dapat memunculkan kelembutan yang berupa relung-relung yang penuh dengan keanggunannya memunculkan bentuk daun yang dikombinasi (campuran). Motif ini tak mengenal huruf kaku, yang ada cuma keanggunan dan kelembutan. Gambar di atas dapat dicermati adanya kelembutan yang dimulai dari pangkal sampai dengan ujungnya kemudian di padu dengan daun-daun yang menempel tumbuh di kiri dan kanan daun pokoknya.

Jumat, 27 Januari 2012

SILSILAH SUNAN BONANG

Makam Sayyid Ibrahim Mahdum atau Sunan Bonang berada di Tuban Jawa Timur Indonesia.
Sunan Bonang itu putranya Ali Rahmatullah atau Sunan Ampel.

Inilah
silsilah Sunan Bonang :

Fatimah binti Rasulullah SAW
Sayyidina Husain
Zainal Abidin
Sayyid Muhammad al-Baqir
Sayyid Ja'far Shadiq
Ali al Uraidhi
Muhammad Naqib
Isa al Anshori
Ahmad al Muhajir
Alwi
Abdul Malik
Maulana Abdullah
Maulana Ahmad
Jamaluddin Husein
Ibrahim Asmoro
Ali Rahmatullah (Sunan Ampel)
Ibrahim Mahdum (Sunan Bonang)

SILSILAH PANEMBAHAN SENOPATI

Danang Sutawijaya adalah pendiri Kesultanan Mataram yang memerintah sebagai raja pertama pada tahun 1587-1601, bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa. Panembahan Senopati bila dirunut silsilahnya ke atas ternyata sampai kepada Nabi Muhammad SAW dan juga masih ada hubungan darah dengan Sunan Gunung Jati (Maulana Syarif Hidayatullah).

Inilah silsilah Panembahan Senopati atau Danang Sutawijaya :

Nabi Muhammad SAW
Fathimah az Zahra + Sayyidina Ali bin Abi Thalib
Sayyid Husain
Sayyid Zaenal Abidin
Sayyid Muhammad al Baqir
Sayyid Jakfar Shodiq
Sayyid Qosim Kamil
Sayyid Idris An Naqib
Sayyid Ali Muhajir
Sayyid Ubaidillah
Sayyid Muhammad Alwi
Sayyid Ali Kholaqosan
Sayyid Muhammad Shohibul Mirbad
Sayyid Aminul Faqih
Sayyid Abdul Malik
Sayyid Abdullah Khon
Sayyid Ahmad Jalal Basyah
Sayyid Jamaludin Husain
Sayyid Ali Nuril Alam
Maulana Syarif Abdullah
Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)
Pangeran Pasirian (Pangeran Arifin)
Pangeran Swargo
Panembahan Senopati (Danang Sutawijaya)

Panembahan Senapati atau Danang Sutawijaya meninggal dunia pada tahun 1601 dan dimakamkan di Kotagede Yogyakarta.